Rabu, 22 Juli 2009

Mengapa Anda Harus Memiliki Bisnis Sendiri?

Krisis ekonomi global yang sejak awal tidak terlalu dikhawatirkan ternyata lambat laun mulai berimbas.Krisis Ekonomi Global diperkirakan oleh banyak pihak akan mendatangi kehidupan kita seperti deru ombak yang menerjang dengan kekuatan yang sangat dahsyat, Diperkirakan akan lebih dahsyat daripada krisis ekonomi yang pernah melanda sebelum-sebelumnya,yang telah memporakporandakan kehidupan ekonomi banyak orang.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapinya?

Kebanyakan orang merasa cukup puas dan aman jika mendapatkan penghasilan dengan menjadi karyawan.Lantas mengapa kita harus memiliki bisnis meski sudah mendapatan pekerjaan yang bagus?

Sebuah survey Harvard membuktikan bahwa pada usia 65 th,orang terbagi dalam beberapa keadaan sebagai berikut :

- 35 % meninggal dunia
- 5 % masih bekerja
- 4 % pensiun/tabungan pas-pasan
- 55 % miskin(tergantung pada anak,gelandangan,dll)
- 1 % kaya

Ternyata 1 % orang kaya tersebut berasal dari profesi sbb:
- 10 % CEO, Top manager
- 10 % dokter ahli, pengacara, artis (profesional yang sukses)
- 5 % sales asuransi, sales rumah
- 1 % lain – lain (lotre, judi, undian)
- 74 % bisnis (pemilik usaha)

Apa itu Bisnis? Bisnis adalah bukan sekedar jual produk/jasa tetapi ditambah dengan SISTEM.

Bagaimana memiliki SISTEM ? Menurut pakar bisnis Robert T. Kiyosaki ada 3 cara sbb:

1. Membuat sendiri (misal perusahaan, modal > 1 M)
2. Membeli waralaba (modal > 100 juta)
3. Mengikuti pemasaran jaringan (termasuk online business
seperti reseller, dan affiliate program)

Pemasaran Jaringan adalah suatu proses investasi yang sederhana. Jika begitu sederhananya proses untuk sukses,mengapa tidak banyak orang yang berhasil?

Jawabannya persis seperti yang diutarakan oleh Robert T. Kiyosaki dalam bukunya GUIDE TO INVESTING bahwa:Investasi adalah sebuah rencana yang sederhana,suatu proses menjadi kaya yang sering kali membosankan, tidak menggairahkan dan nyaris mekanis.

Manusia cepat bosan dan ingin menemukan sesuatu yang lebih menyenangkan dan menggairahkan.Itu sebabnya hanya 3 dari 100 orang menjadi kaya.

Mereka mulai mengikuti suatu rencana, dan tak lama kemudian mereka bosan.Maka mereka berhenti mengikuti rencana itu dan kemudian mencari kembali cara jitu untuk menjadi kaya dengan cepat.

Mereka mengulangi proses kebosanan, kesenangan, dan kebosanan lagi selama sisa hidup mereka. Itu sebabnya mereka tidak menjadi kaya.Mereka tidak mampu menanggung rasa kebosanan akibat mengikuti rencana sederhana yang tidak rumit untuk menjadi kaya. Kebanyakan orang mengira ada suatu daya magis untuk menjadi kaya lewat investasi.

Atau mereka mengira jika suatu rencana tidak rumit, maka rencana itu pasti tidak bagus.

Percayalah, jika sampai pada masalah investasi, sederhana adalah lebih baik daripada rumit (disadur dari buku GUIDE TO INVESTING – Robert T. Kiyosaki).

Ketika mendapatkan kesempatan bisnis ada 2 golongan orang:

90 % mau menunggu bukti (menunda)
10 % mau menjadi bukti (bergerak cepat untuk merealisasikannya)

Dari 2 golongan di atas, mana yang akan sukses? Sudah pasti mereka yang ingin MENJADI BUKTI yang akan sukses.

Anda ingin berada pada golongan yang mana?
Keputusan Anda saat ini adalah masa depan Anda sendiri.



Segera bergabung : Click Here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar