Sabtu, 13 Juni 2009

Mau Tau Seberapa Luas Alam Semesta ?

Semenjak kecil gw merupakan fans nomor satu dunia sama yang namanya langit, gak bosen-bosennya gw tiduran di atas genteng ( sambil dengerin mp3, hehe ) berjam-jam mengagumi keindahan langit dan berusaha menjawab apa sebenarnya yang ada / yang sedang terjadi di planet lain di galaksi nun jauh disana.

Setelah beberapa kali melihat kejadian aneh di langit, seperti bintang jatuh ( pernah suatu malam liat dua bintang jatuh secara bersamaan, tepatnya sehabis solat subuh ), cahaya aneh yang mondar mandir gak jelas, sampai dengan UFO yang terlihat seperti planet mars (berwarna merah) yang tiba-tiba hilang ketika sedang ‘mengawasi’ bumi.

Kalo melihat banyaknya bintang di langit, gw jadi penasaran sebenernya seberapa banyak bintang yang ada di galaksi yang kita huni, yang lalu berujung pada pertanyaan seberapa besar sih alam semesta itu ?

to answer that question, check out this amazing pictures !

Sekarang, sudah siapkah anda untuk kejutan selanjutnya ?, Al-Qur’an secara detail menjelaskan mengenai luasnya alam semesta ini semenjak 1400 tahun yang lalu. Ada dua ayat yang mengilustrasikan gambaran ini :

1. “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa”. ( Adz Dzaariyaat, ayat 47 )

“Teori Big Bang”

2. “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ?” ( Al Anbiyaa’, ayat 21 )

Semoga artikel ini bisa menambah keimanan kita, AMIN.

4 Teknik Halal Menuju Income 1 Milyar / Bulan

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya
yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi,
memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar.
Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan
anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang
selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya
sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan
hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand
penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba
menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya.
Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini
terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih
berkisar Rp 200 juta per bulan.. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan
main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita
ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil
wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi
sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau
senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar.
Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan “tidur”.. Jadilah saya
berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa
saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, “Pak, Anda saat ini kan
bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain.
Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

“Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,” begitu beliau memulai penjelasannya.


RAHASIA PERTAMA

“Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu
adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari
mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat.. Ibu melahirkan kita
dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah
telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya,
sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan
dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah;
namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi
sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau
kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu
ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.” Beliau
mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

“Kemudian yang kedua,” beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi.
Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita
keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin.
Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati
kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas
sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita
dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu.
Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri
pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau
punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan
uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang
sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap
hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda
beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, ‘Belum pernah ada
orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau
tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan
kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya,
bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan
menutup pintu rejekinya sendiri.
Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau,
beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis
dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan
dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu
memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

“Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak
disangka-sangka,” begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia
ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu
cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada
jalannya.”

“Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa
yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya
dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga”, saya
menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

“Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang
tidak diduga-duga?,” tanya beliau.

“Ya, bagaimana caranya?” jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa,
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan
mengirim rejeki itu datang untuk kita.

“Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan,
kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” jawaban
beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda
menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu
balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak
disangka-sangka pula.”

“Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.
“Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin
dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika
Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”

“Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan
kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah,
atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan
yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya
bertanya lagi.

“Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau.
“Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan
itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya
pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu
pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti,
serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah
yang membalas niat dan pemberian Anda.”

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak
menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang
begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari
empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

“Yang keempat nih, Mas,” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.

Hm… ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita
membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan
biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.
Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah
pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda
pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu
dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda
di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian
seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk
berhasil.”

“Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

“Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya
jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain
pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan,
apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat,
pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan
berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses
itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya.”

Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati
“Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar,
uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya
jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi
tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang
yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya
itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau
melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di
Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki
dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang….

Keseimbangan Hidup

Keseimbangan Hidup
Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".

"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".

Teman-teman yang luar biasa,
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.

Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!

6 Ayat Quran Tentang Kebebasan Finansial

1. Kebebasan finansial merupakan pilihan, rezeki manusia di dunia sudah dijamin oleh Allah SWT, namun semua kembali ke kita apakah kita mau diperbudak oleh uang atau tidak.
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. ( 17 : 31 )
2. Sebagai manusia, kita harus percaya bahwa yang memiliki kuasa akan rezeki kita adalah Allah SWT, bukan atasan anda, bukan pula bos anda.
Katakanlah ( Muhammad ), Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah ! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada diantara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya ( 34 : 22 )
3. Kebebasan finansial merupakan lebih ke perasaan puas seorang manusia, berapapun penghasilan yang dia dapatkan
Nabi Muhammad SAW pernah berkata, “Jika anak Adam AS diberikan sebuah bukit yang terbuat dari emas, maka dia akan minta untuk diberikan lembah emas yang kedua, begitu dia dapatkan bukit emas yang kedua, maka dia akan minta yang ketiga, dst. Dan Allah SWT Dan Allah memaafkan orang yang bertobat kepada-Nya. “-Dikumpulkan oleh Al - Bukhari
4. Hanya Anda yang dapat mengendalikan/memutuskan apakah rezeki yang didapat sudah cukup
Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (20 : 131)
5. Mencari rezeki di jalan yang halal, tidak akan membuat kita rugi
Dan mereka berkata: “Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.” Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh- tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. ( 28 : 57 )

6. Menjalani hidup hanya untuk kehidupan dunia, bukanlah kebebasan finansial
Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). ( 13 : 26 )
Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki. ( 62 : 11 )

Mimpi dan Berjuang

Dikisahkan, pada tahun 1867, hiduplah seorang ahli teknik kelahiran Jerman bernama John Augustus Roebling. Ia bermimpi membangun sebuah jembatan yang menghubungkan Kota New York dan Long Island. Impian John tidak mendapat dukungan bahkan ditertawakan oleh banyak temannya. Mereka mengganggap proyek itu adalah ide yang paling gila dan impossible di zaman itu. Maka, John pun hanya bisa berbagi impian dengan anaknya, Washington Roebling. Washington juga seorang ahli teknik. Ayah dan anak itu berjuang bersama untuk mewujudkan impian itu.

Ketika proyek itu baru berjalan beberapa bulan, terjadi kecelakaan yang fatal. Sayangnya, karena pertolongan yang terlambat, John Roebling tidak bisa diselamatkan. Sedangkan Washington, walaupun nyawanya selamat, tetapi mengalami cedera parah pada kepalanya yang mempengaruhi motoriknya. Washington menjadi lumpuh dan tidak mampu berbicara. Namun demikian, impaian ayahnya tentang jembatan tidak pernah padam dalam pikirannya.

Suatu hari, saat Washington terbaring tidak berdaya di tempat tidurnya, ia melihat cahaya matahari melewati jendela kamarnya, menyilaukan dan menyakitkan mata. Segera ditutupnya kelopak matanya, dan saat itu pula, seakan Tuhan berbicara dengan pertanda, tiba-tiba muncullah sebuah kesadaran, "Hari ini aku masih bisa menikmati indahnya kilau mentari, artinya, Tuhan masih memberiku waktu untuk berbuat. Dan aku sadar, aku tidak boleh menyerah!" Dengan sekuat tenaga ia berkonsentrasi penuh dan berusaha untuk menggerakkan satu jarinya. Usaha yang dilakukan berulang-ulang dengan semangat dan konsentrasi penuh, ternyata tidak sia-sia. Dia berhasil menggerakkan jarinya! Perlahan-lahan, Washington mampu membuat kode untuk berkomunikasi dengan istrinya, Emily, melalui satu jari itu.

Walaupun begitu perlahan pada awalnya, dengan cara seperti itulah, Washington memberi petunjuk kepada Emily untuk melanjutkan pembuatan jembatan. Semua instruksi diberikan kepada Emily dan kemudian disampaikan lebih lanjut kepada para pekerjanya yang setia membantu mewujudkan impiannya. Begitu berulang-ulang. Mereka melalui berbagai kendala yang tidak sedikit jumlahnya. Butuh waktu panjang untuk berjuang dengan semua sisa kekuatan dan ketegarannya, dan butuh waktu selama 13 tahun untuk mewujudkan impiannya. Akhirnya, pada tahun 1883, Jembatan Brooklyn (Brooklyn Bridge) berdiri megah di Kota New York, Amerika Serikat.

Teman-teman yang luar biasa,
Cerita di atas merupakan sebuah contoh bahwa pikiran positif dan perjuangan nyata mampu memegang erat mimpi dan bisa mewujudkan apa yang sekiranya tidak mungkin menjadi mungkin!
Betapa luar biasanya kekuatan pikiran manusia! Pikiran manusia bisa membuat hidup menjadi sengsara atau bahagia, gagal atau sukses, biasa-biasa saja atau luar biasa. Kalau kita mengikuti pikiran yang negatif, maka kehidupan kita isinya akan negatif pula - hidup penuh kecemasan, pasif, ketakutan dan kekurangan. Namun jika kita mampu mengembangkan pikiran yang positif, optimis, dan senantiasa berpengharapan yang positif, serta punya komitmen tinggi dalam mewujudkan segala impiannya, maka kita akan hidup penuh gairah, syukur, gembira, sukses, dan bahagia... setiap hari.

Mari kita pilih hidup dengan pola pikir yang positif. Kita pilih hidup dengan aktivitas yang positif. Dan kita pilih agar kualitas kita hidup berguna bagi kita dan bagi banyak orang...!

Salahkah Bercita-cita Menjadi Kaya?

“Perumpamaan orang yang membelanjakan hartanya untuk mencari keridhaan Allah seperti sebuah kebun yang terletak di daratan tinggi yang disiram hujan lebat, maka kebun itu akan menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis pun memadai...” (QS al-Baqarah [2]: 265)

Siapa yang menolak jadi jutawan atau milyader? Tentunya hampir semua orang pasti ingin memiliki harta yang berkecukupan. Seseorang dengan uang melimpah bisa membeli semua barang-barang yang diimpikannya. Mau baju bagus, ia bisa membelinya di toko terkenal. Ingin rumah mewah, ia juga bisa membelinya di kawasan elit. Berbagai kebutuhan maupun keinginan, bisa diwujudkan.

Salahkah bila kita mengharapkan itu semua? Berharap menjadi kaya?

Saudaraku, tidaklah salah jika seseorang bercita-cita menjadi kaya. Yang salah adalah jika ada yang menyatakan dan meyakini bahwa kekayaaan merupakan ukuran kemuliaan, dan kemiskinan adalah suatu kehinaan. Padahal, kekayaan dan kemiskinan adalah ujian dari Allah untuk hamba-hamba-Nya.

Islam mengajarkan kita untuk menjadi orang kaya. Rasulullah adalah seorang kaya raya. Demikian juga para sahabat. Selain kaya, mereka berprestasi sehingga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, meskipun kaya tapi hidup mereka sederhana. Intinya, Rasulullah dan para sahabat tetap menjalankan kehidupan yang proporsional. Karena mereka tidak hanya mengejar kebahagiaan dunia, namun akhirat pun tetap menjadi tujuan hidupnya.

Ingatlah bahwa semua kekayaan yang ada di dunia ini adalah milik Allah. Sebagai hamba-Nya, kita harus dapat memanfaatkannya. Pertama, kita mendapatkannya dengan cara yang halal. Kedua, membelanjakannya dengan cara yang halal juga. Ketiga, adanya harapan bahwa semua yang telah kita lakukan mendapat ridha dari Allah SWT, termasuk kekayaan yang dimiliki menjadi barakah. Yaitu kekayaan yang membuat pemiliknya merasa qana’ah (puas dan merasa cukup), memiliki batin yang tenang dan membawa pemiliknya menjadi lebih nulia daripada kekayaan yang dimiliki.

Insya Allah, dengan begitu kekayaan dapat digunakan utnuk meraih kebahagian dunia dan akhirat. Caranya, harta tersebut hendaknya dibelanjakan di jalan Allah melalui zakat, infak dan shadaqah. Sebaliknya, bila kekayaan dibelanjakan hanya untuk kesenangan hawa nafsu semata, maka pemiliknya tidak akan merasa puas, tidak tenteram, dan yang lebih parah lagi, ia menjadi terhina karena kekayaan yang dimilikinya.

Arti Sebuah Nama

Apa arti sebuah nama?”, begitu Shakespeare berkata.
Tapi tidak dalam Islam.
Nama sangatlah penting perannya.
Nama adalah doa.
Nama adalah harapan orang tua.
Nama adalah panggilan sayang, bentuk cinta orang tua kepada anaknya.

Dari Ibnu Umar ra, Nabi bersabda: Nama yang paling disukai Allah adalah Abdullah (Hamba Allah) dan Abdurrahman (Hamba Yang Maha Pengasih) [HR Muslim]

Hendaknya memberi nama (tasmiyah) dilakukan pada saat aqiqah, yaitu m